Pengertian
Terapi Behaviour
Gerald
Corey menjelaskan bahwa behavior adalah pendekatan pendekatan terhadap
konseling dan psikoterapi yang berkaitan dengan pengubahan tingkah laku.
Pendekatan, teknik dan prosedur yang dilakukan berakar pada berbagai teori
tentang belajar.
Terapi
behavior adalah salah satu teknik yang digunakan dalam menyelesaikan tingkah
laku yang ditimbulkan oleh dorongan dari dalam dan dorongan untuk memenuhi
kebutuhan kebutuhan hidup, yang dilakukan melalui proses belajar agar bisa bertindak
dan bertingkah laku lebih efektif, lalu mampu menanggapi situasi dan masalah
dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Aktifitas inilah yang disebut
sebagai belajar.
Sejarah
Terapi Behaviour
Terapi
behavior diawali pada tahun 1950-an dan awal 1960-an di Amerika Serikat,
Afrika Selatan, dan Inggris sebagai awal radikal menentang perspektif
psikoanalisis yang dominan. Fokusnya adalah pada menunjukkan bahwa teknik
pengkondisian perilaku yang efektif dan merupakan alternatif untuk terapi
psikoanalitik.
Secara
garis besar, sejarah perkembangan pendekatan behavior terdiri dari tiga trend
utama, yaitu :
Gelombang 1 : Pada tahun 1960
Albert Bandura mengembangkan teori belajar sosial, yang dikombinasikan
pengkondisian klasik dan operan kondisioning sdengan pembelajaran
observasional. Bandura membuat kognisi fokus yang sah untuk terapi bahavior.
Selama tahun 1960-an sejumlah pendekatan perilaku kognitif bermunculan,
Gelombang 2 : Tahun 1980-an yang
ditandai dengan pencarian konsep dan metode baru yang melampaui teori belajar
tradisional. Terapis behavior melakukan evaluasi terhadap metode yang mereka
gunakan dan mempertimbangkan dampak dari praktek terapi pada klien mereka dan
masyarakat yang lebih luas. Meningkatnya perhatian diberikan kepada peran emosi
dalam perubahan terapi, serta peran faktor biologis dalam gangguan psikologis.
Dua perkembangan yang paling signifikan adalah
(1) munculnya terus terapi
kognitif behavior sebagai kekuatan utama dan
(2) penerapan teknik perilaku
untuk pencegahan dan pengobatan gangguan kesehatan terkait.
Pada akhir 1990-an Asotiation Behavior and Cognitive Therapi (ABCT) menyatakan
keanggotaan dari sekitar 4.300. Gambaran saat ABCT adalah "sebuah
organisasi keanggotaan lebih dari 4.500 profesional kesehatan mental dan
mahasiswa yang tertarik dalam terapi bahavior berbasis empiris atau terapi
behavior kognitif." Perubahan nama dan deskripsi mengungkapkan pemikiran
saat ini mengintegrasikan terapi perilaku dan kognitif. Terapi kognitif
dianggap sebagai “gelombang kedua” dari tradisi behavior.
Gelombang 3 : Pada awal
2000-an, "gelombang ketiga" dari tradisi perilaku muncul, memperbesar
ruang lingkup penelitian dan praktek. Perkembangan terbaru termasuk terapi
perilaku dialektis, kesadaran berbasis pengurangan stres, kesadaran berbasis
terapi kognitif, dan penerimaan dan terapi komitmen.
Teknik
Terapi Behaviour
Untuk mencapai tujuan dalam proses konseling diperlukan teknik
teknik yang digunakan. Untuk pengubahan perilaku ada sejumlah teknik yang dapat
dilakukan dalam terapi behavior, yaitu:
a. Desensitisasi Sistematis
Desensitisasi sistematis merupakan teknik relaksasi yang digunakan
untuk menghapus perilaku yang diperkuat secara negatif biasanya berupa
kecemasan, dan mnyertakan respon yang berlawanan dengan perilaku yang akan
dihilangkan dengan cara memberikan stimulus yang berangsur dan santai.
b. Terapi Implosif Terapi Implosif dikembangkan atas dasar
pandangan tentang seseorang yang secara berulang ulang dihadapkan pada situasi
kecemasan dan konsekuensi konsekuensi yang menakutkan ternyata
tidak muncul, maka kecemasan akan hilang. Atas dasar itu klien diminta untuk
membayangkan stimulus
stimulus yang menimbulkan kecemasan.
c. Latihan Perilaku Asertif Latihan perilaku asertif digunakan
untuk melatih individu yang mengalami kesulitan untuk menyatakan dirinya bahwa
tindakannya layak atau benar.
d. Pengkondisian Aversi
Teknik pengkondisian diri digunakan untuk meredakan perilaku
simptomatik dengan cara menyajikan stimulus yang tidak menyenangkan, sehingga
perilaku yang tidak dikehendaki tersebut terhambat kemunculannya.
e. Pembentukan Perilaku Model Perilaku model digunakan untuk
membentuk perilaku baru pada
klien, memperkuat perilaku yang sudah terbentuk dengan menunjukkan
kepada klien tentang perilaku model, baik menggunakan model audio, model fisik
atau lainnya yang dapat teramati dan dipahami jenis perilaku yang akan
dicontoh.
f.
Kontrak Perilaku
Kontrak
perilaku adalah persetujuan antara dua orang atau lebih (konselor dan klien)
untuk mengubah perilaku tertentu pada klien. Dalam terapi ini konselor
memberikan ganjaran positif dipentingkan daripada memberikan hukuman jika
kontrak tidak berhasil.
Langkah-Langkah
Terapi Behaviour
Menurut
Wingkel fasefase dalam proses konseling dalam layanan konseling individualnya
yaitu
a.
Pembukaan, membagun hubungan pribadi antara konselor dan konseling.
1) Menyambut kedatangan konseli.
2) Mengajak berbasabasi
sebentar.
3) Menjelaskan
kekhususan dari berwawancara konseling.
4) Mempersilahkan konseli untuk mengemukakan hal yang ingin
dibicarakan.
b. Penjelasan, menerima ungkapan konseli apa adanya serta
mendengarkan dengan penuh perhatian. Berusaha menentukan jenis masalah dan
pendekatan konseling yang sebaiknya diambil.
c. Penggalian latar belakang masalah, mengadakan analisa kasus,
sesuai dengan pendekatan konseling yang dipilih.
d. Penyelesaian masalah, menyalurkan arus pemikiran konseli,
sesuai dengan pendekatan konseling yang dipilih.
e. Penutup, megahiri hubungan pribadi dengan konseli.
1) Memberikan ringkasan jalannya pembicaraan.
2) Menegaskan kembali ketentuan / keputusan yang ingin diambil.
3) Memberikan semangat.
4) Menawarkan bantuannya bila kelak timbul persoalan baru.
5) Berpisah dengan konseli.
Dapus
:
Corey, Gerald.
(2009). Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung: Refika
Aditama.
Winkel.
(2010). Bimbingan dan Konseling Di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media
Abadi.







