Analisis Kasus
Disusun oleh:
Nama : Hasna
Putri Anggraini
Npm : 13513977
Kelas : 1PA09
Tugas :
Kreatifitas dan
keberbakatan
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2013/2014
Kasus:
Mengolah
Sampah Agar Punya
Nilai
Tambah
· 28
Mar 2014 18:36

Warga binaan Rumah Zakat (RZ) RT 16, Jalan Sukorejo Lorong
Langgar 2, Kelurahan 8 Ilir mengolah sampah menjadi produk bernilai jual.
Citizen6,
Palembang Warga
binaan Rumah Zakat (RZ) RT 16, Jalan Sukorejo Lorong Langgar 2, Kelurahan 8
Ilir mengolah sampah menjadi produk bernilai jual. Usaha ini digulirkan setelah
mendapatkan pendampingan wirausaha RZ dan mengikuti pelatihan yang diadakan
oleh Badan Lingkungan Hidup.
"Pendampingan wirausaha yang diberikan RZ
kepada warga binaan berbasis potensi lokal. Potensi di wilayah tersebut yang
kami angkat untuk dikembangkan. Selain agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan
secara optimal, pengembangan wirausaha berbasis potensi lokal memudahkan para
wirausahawan mendapatkan dan mengelola sumber dayanya," terang Heny
Widiastuti, Chief Executive Program RZ, Jumat (28/03/2014).
Heni menambahkan
pengelolaan sampah dilakukan agar sampah memiliki nilai tambah. Sesuatu yang
tadinya merugikan dapat menguntungkan jika tahu cara memanfaatkannya. Program
ini pun diharapkan dapat berperan dalam mengurangi risiko bencana yang dipicu
oleh tumpukan sampah.
"Program ini telah ada di hampir semua
wilayah binaan RZ. Semoga gerakan ini dapat menjadi pemantik warga lainnya
untuk lebih bijak menangani sampah," tambahnya.
Pengelolaan sampah yang
ada di wilayah binaan dilakukan dengan pembuatan Bank Sampah. Melalui bank
sampah ini, sampah-sampah dikumpulkan. Kebanyakan yang dikumpulkan adalah
sampah plastik. Sampah plastik ini lalu diolah menjadi berbagai kerajinan
tangan dan barang-barang kebutuhan rumah tangga.
Kami bukan pemulung
tapi kami adalah calon pengusaha dari sampah," tegas Buka Aning, Ketua
Bank Sampah Tim Kreatif Peduli RT 16 Kelurahan 8 Ilir, Palembang.
Selain
dampak positif bagi lingkungan, gerakan ini pun membawa dampak positif
bagi kerukunan antar warga.
"Gerakan ini menjadi salah satu sarana
pertemuan antar warga. Dengan mempersiapkan bersama, kebutuhan yang diperlukan
untuk mengikuti ekspo dan bazar, para ibu jadi lebih sering bekerja sama.
Kerukunan pun terbangun," tutur Yatno, Ketua RT 16. (mar)
Penulis
Sari Asih Rahmawati
Analisis Kasus :
Sampah merupakan masalah yang tak hentinya dihadapi oleh pemerintah
Indonesia, karena masalah mengenai sampah ini tak akan ada habisnya jika di
bicarakan. Mengapa? karena selama kehidupan ini masih ada maka sampah pasti
akan selalu diproduksi oleh manusia. Bahkan tiap harinya manusia bisa
menghasilkan sampah antara 2,5 hingga 3 liter per hari. Produksi sampah ini
akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Semakin
bertambah banyak jumlah penduduk di negeri ini, semakin meningkatlah sampah
yang diproduksi. Pengelolaan sampah di suatu daerah akan membawa
pengaruh bagi masyarakat maupun lingkungan di daerah itu sendiri. Pengaruhnya
tentu saja ada pengaruh yang membawa dampak negatif dan ada juga pengaruh yang
membawa dampak positif dalam kehidupan manusia. Pengaruh negatif seperti :
·
Pengaruh
terhadap kesehatan, pengelolaan sampah yang kurang baik akan menjadikan sampah
sebagai tempat perkembangbiakan penyakit seperti lalat, tikus, serangga dan
jamur, sehingga akan menyebabkan seseorang terkena penyakit saluran pencernaan
seperti diare, kolera dan typus. Banyaknya lalat yang hidup dan berkembang biak
di sekitar tempat penumpukan sampah dapat membuat seseorang terkena penyakit
kulit hal ini terjadi karena lalat berkembang biak di tempat pembuangan dan
pengumpulan sampah yang kurang baik. Selain itu, bau sampah yang sangat
menyegat dapat membuat seseorang terkena penyakit sesak nafas dan penyakit mata
yang disebabkan karena sampah yang menyengat mengandung Amonia Hydrogen,
Solfide dan Metylmercaptan.
·
Pengaruh
terhadap lingkungan:
1.
Di
Darat : Pencemaran sampah akan menimbulkan efek negatif pada daratan seperti
tempat bersarangnya penyakit dan tempat menyebarnya bibit penyakit serta
banyaknya sampah yang menumpuk membuat
pemandangan yang tidak enak dipadang oleh mata.
2.
Di
Udara : Mengeluarkan bau yang tidak sedap, debu dan gas-gas beracun. Selain itu
ketika seseorang melakukan pembakaran sampah maka dapat meningkatkan karbon
monoksida (CO), karbo dioksida (CO2) nitrogen-monoksida (NO), gas
belerang,amoniak dan asap di udara. Asap yang ditimbulkan dari bahan plastik
atau sampah plastik ada yang bersifat karsinogen, artinya dapat menimbulkan
penyakit kanker.
3.
Di
Perairan : Macam pencemaran perairan yang ditimbulkan oleh sampah misalnya
adanya perubahan warna dan bau pada air sungai, penyebaran bahan kimia dan
mikroorganisme yang terbawa air hujan dan meresapnya bahan-bahan
berbahaya sehingga mencemari sumur dan sumber air. Bahan-bahan yang terkena
pencemaran masuk kedalam air tanah dapat muncul ke permukaan tanah melalui air
sumur penduduk dan mata air, jika bahan pencemar itu berupa B3 (bahan berbahaya
dan beracun) misalnya air raksa , crhom, timbal, cadmium, maka akan berbahaya
bagi manusia, karena dapat menyebabkan gangguan pada syaraf, cacat pada bayi,
kerusakan sel-sel hati atau ginjal.
·
pengaruh
terhadap sosial ekonomi dan budaya masyarakat. Pengelolaan sampah yang kurang
baik mencerminkan keadaan sosial-budaya masyarakat setempat, keadaan lingkungan
yang kurang baik dan jorok, akan menurunkan minat dan hasrat orang lain (turis)
untuk datang berkunjung ke daerah tersebut, dapat menyebabkan terjadinya
perselisihan antara penduduk setempat dan pihak pengelola, angka kesakitan
meningkat dan mengurangi hari kerja sehingga produktifitas masyarakat menurun.
Dampak Positif :
Selama ini sebagian besar masyarakat masih
memandang sampah sebagai barang sisa yang tidak berguna, bukan sebagai sumber
daya yang dapat dimanfaatkan. Padahal jika kita memanfaatkan sampah-sampah
tersebut kita mampu menghasilkan nilai jual dari sampah tersebut, misalnya
untuk kompos. Baru-baru ini muncul gerakan baru dari para pemuda penerus bangsa
yang mempunyai ide-ide baru membuat sampah menjadi barang yang bernililai
bahkan bernilai jual tinggi. Seperti yang dilakukan Heni kepada Warga binaan
Rumah Zakat (RZ) RT 16, Jalan Sukorejo Lorong Langgar 2, Kelurahan 8 Ilir yang
membantu warga mengolah sampah menjadi produk bernilai jual. Hal yang dilakukan
Heni sangatlah mulia karena disamping bernilai jual tinggi masyarakat Indonesia
juga dilatih untuk dapat mengasah kreatifitasnya masing-masing. Selain itu
adanya pengelolaan bank sampah dapat membangunkan rasa kepedulian masyarakat
terhadap lingkungan mereka karena ika tercipta lingkungan yang bersih dan bebas
dari sampah yang berserakan kita akan merasakan manfaat yang begitu nyata dari
sebuah tumpukan yang tidak bernilai menadi sebuah kenyaman yang tidak ternilai
harganya. Adanya gerakan in berarti adanya kecerdasan dalam mengasah
kreatifitas warga dengan bank sampah ini warga dapat mengasah kreatifitas yang
selama ini mungkin belum tersalurkan disini mereka dapat menyalurkan bakat yang
mereka inginkan, selain itu mengurangi resiko bencana alam yang menimpa negeri
ini seperti banjir yang rutin menguyur kota Jakarta setiap musim penghujan
dengan membuat sampah menjadi barang yang dapat dipakai lagi berarti kita telah
menyelamatkan kesehatan kita,lingkungan kita bahkan menyelamatkan generasi kita
karena jika dibiarkan hal ini terus terjadi para calon penerus bangsa tidak
akan melihat negeri ini seindah dulu namun melihat negeri ini dengan tumpukan
sampah yang tertimbun di setiap sisi. Harusnya program bank sampah ini
dilakukan di semua kota-kota di Indonesia karena potensi penumpukan sampah
terbanyak adalah di kota atau dilakukan di pedesaan untuk memakmurkan tingkat
ekonomi masyarakat pedesaan dan mengurang jumlah pengangguran yang makin hari
makin merajelela.
Kaitan Kreatifitas dengan bank sampah :
Menurut teori Rogers dalam basuki, 2010 kreatifitas
adalah :
Muncul suatu produk baru yang tumbuh dari keunikan
individu, dan dari pengalaman yang menekankan pada produk baru, interaksi
individu dengan lingkungannya atau kebudayaan. Dengan adanya bank sampah
menandakan bahwa setiap manusia itu unik. Banyaknya bencana alam seperti banir
menimbulkan suatu pengalaman untuk menciptakan hal-hal yang baru yang
menggunakan objek di lingkungannya seperti membuat bank sampah.
Menurut teori Alvian dalam basuki, 2010 kreatifitas
adalah :
Suatu proses upaya manusia atau bangsa untuk membangun
dirinya dalam berbagai aspek kehidupannya dengan tujuan menikmati kualitas
kehidupan yang semakin baik. Dengan adanya bank sampah kita berarti membangun
bangsa kita yaitu bangsa Indonesia dalam keterpurukan ekonomi untuk menikmati
kualitas kehidupan yang lebih baik khususnya dalam bidang ekonomi.








0 komentar:
Posting Komentar