Selasa, 06 Mei 2014

Mengolah Sampah Agar Punya Nilai Tambah

Diposting oleh Hasna putri anggraini di 07.55
Analisis Kasus




Disusun oleh:

Nama          :        Hasna Putri Anggraini 
Npm           :        13513977
Kelas          :        1PA09
Tugas         :        Kreatifitas dan keberbakatan 




FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2013/2014


Kasus:
Mengolah Sampah Agar Punya
Nilai Tambah

·        28 Mar 2014 18:36
Description: http://cdn1.production.liputan6.com/medias/656935/big/rumahzakat.jpg
Warga binaan Rumah Zakat (RZ) RT 16, Jalan Sukorejo Lorong Langgar 2, Kelurahan 8 Ilir mengolah sampah menjadi produk bernilai jual.

Citizen6, Palembang Warga binaan Rumah Zakat (RZ) RT 16, Jalan Sukorejo Lorong Langgar 2, Kelurahan 8 Ilir mengolah sampah menjadi produk bernilai jual. Usaha ini digulirkan setelah mendapatkan pendampingan wirausaha RZ dan mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Badan Lingkungan Hidup.

"Pendampingan wirausaha yang diberikan RZ kepada warga binaan berbasis potensi lokal. Potensi di wilayah tersebut yang kami angkat untuk dikembangkan. Selain agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal, pengembangan wirausaha berbasis potensi lokal memudahkan para wirausahawan mendapatkan dan mengelola sumber dayanya," terang Heny Widiastuti, Chief Executive Program RZ, Jumat (28/03/2014).


Heni menambahkan pengelolaan sampah dilakukan agar sampah memiliki nilai tambah. Sesuatu yang tadinya merugikan dapat menguntungkan jika tahu cara memanfaatkannya. Program ini pun diharapkan dapat berperan dalam mengurangi risiko bencana yang dipicu oleh tumpukan sampah. 

"Program ini telah ada di hampir semua wilayah binaan RZ. Semoga gerakan ini dapat menjadi pemantik warga lainnya untuk lebih bijak menangani sampah," tambahnya.

Pengelolaan sampah yang ada di wilayah binaan dilakukan dengan pembuatan Bank Sampah. Melalui bank sampah ini, sampah-sampah dikumpulkan. Kebanyakan yang dikumpulkan adalah sampah plastik. Sampah plastik ini lalu diolah menjadi berbagai kerajinan tangan dan barang-barang kebutuhan rumah tangga. 

Kami bukan pemulung tapi kami adalah calon pengusaha dari sampah," tegas Buka Aning, Ketua Bank Sampah Tim Kreatif Peduli RT 16 Kelurahan 8 Ilir, Palembang.

Selain dampak positif bagi lingkungan, gerakan ini pun membawa dampak positif  bagi kerukunan antar warga. 

"Gerakan ini menjadi salah satu sarana pertemuan antar warga. Dengan mempersiapkan bersama, kebutuhan yang diperlukan untuk mengikuti ekspo dan bazar, para ibu jadi lebih sering bekerja sama. Kerukunan pun terbangun," tutur Yatno, Ketua RT 16. (mar)



Penulis
Sari Asih Rahmawati


Analisis Kasus :

            Sampah merupakan masalah yang tak hentinya dihadapi oleh pemerintah Indonesia, karena masalah mengenai sampah ini tak akan ada habisnya jika di bicarakan. Mengapa? karena selama kehidupan ini masih ada maka sampah pasti akan selalu diproduksi oleh manusia. Bahkan tiap harinya manusia bisa menghasilkan sampah antara 2,5 hingga 3 liter per hari. Produksi sampah ini akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Semakin bertambah banyak jumlah penduduk di negeri ini, semakin meningkatlah sampah yang diproduksi. Pengelolaan sampah di suatu daerah akan membawa pengaruh bagi masyarakat maupun lingkungan di daerah itu sendiri. Pengaruhnya tentu saja ada pengaruh yang membawa dampak negatif dan ada juga pengaruh yang membawa dampak positif dalam kehidupan manusia. Pengaruh negatif seperti :
·      Pengaruh terhadap kesehatan, pengelolaan sampah yang kurang baik akan menjadikan sampah sebagai tempat perkembangbiakan penyakit seperti lalat, tikus, serangga dan jamur, sehingga akan menyebabkan seseorang terkena penyakit saluran pencernaan seperti diare, kolera dan typus. Banyaknya lalat yang hidup dan berkembang biak di sekitar tempat penumpukan sampah dapat membuat seseorang terkena penyakit kulit hal ini terjadi karena lalat berkembang biak di tempat pembuangan dan pengumpulan sampah yang kurang baik. Selain itu, bau sampah yang sangat menyegat dapat membuat seseorang terkena penyakit sesak nafas dan penyakit mata yang disebabkan karena sampah yang menyengat mengandung Amonia Hydrogen, Solfide dan Metylmercaptan.
·      Pengaruh terhadap lingkungan:
1.     Di Darat : Pencemaran sampah akan menimbulkan efek negatif pada daratan seperti tempat bersarangnya penyakit dan tempat menyebarnya bibit penyakit serta banyaknya sampah yang menumpuk membuat  pemandangan yang tidak enak dipadang oleh mata.
2.     Di Udara : Mengeluarkan bau yang tidak sedap, debu dan gas-gas beracun. Selain itu ketika seseorang melakukan pembakaran sampah maka dapat meningkatkan karbon monoksida (CO), karbo dioksida (CO2) nitrogen-monoksida (NO), gas belerang,amoniak dan asap di udara. Asap yang ditimbulkan dari bahan plastik atau sampah plastik ada yang bersifat karsinogen, artinya dapat menimbulkan penyakit kanker.
3.     Di Perairan : Macam pencemaran perairan yang ditimbulkan oleh sampah misalnya adanya perubahan warna dan bau pada air sungai, penyebaran bahan kimia dan mikroorganisme yang terbawa air hujan  dan meresapnya bahan-bahan berbahaya sehingga mencemari sumur dan sumber air. Bahan-bahan yang terkena pencemaran masuk kedalam air tanah dapat muncul ke permukaan tanah melalui air sumur penduduk dan mata air, jika bahan pencemar itu berupa B3 (bahan berbahaya dan beracun) misalnya air raksa , crhom, timbal, cadmium, maka akan berbahaya bagi manusia, karena dapat menyebabkan gangguan pada syaraf, cacat pada bayi, kerusakan sel-sel hati atau ginjal.
·      pengaruh terhadap sosial ekonomi dan budaya masyarakat. Pengelolaan sampah yang kurang baik mencerminkan keadaan sosial-budaya masyarakat setempat, keadaan lingkungan yang kurang baik dan jorok, akan menurunkan minat dan hasrat orang lain (turis) untuk datang berkunjung ke daerah tersebut, dapat menyebabkan terjadinya perselisihan antara penduduk setempat dan pihak pengelola, angka kesakitan meningkat dan mengurangi hari kerja sehingga produktifitas masyarakat menurun.

Dampak Positif :
Selama ini sebagian besar masyarakat masih memandang sampah sebagai barang sisa yang tidak berguna, bukan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan. Padahal jika kita memanfaatkan sampah-sampah tersebut kita mampu menghasilkan nilai jual dari sampah tersebut, misalnya untuk kompos. Baru-baru ini muncul gerakan baru dari para pemuda penerus bangsa yang mempunyai ide-ide baru membuat sampah menjadi barang yang bernililai bahkan bernilai jual tinggi. Seperti yang dilakukan Heni kepada Warga binaan Rumah Zakat (RZ) RT 16, Jalan Sukorejo Lorong Langgar 2, Kelurahan 8 Ilir yang membantu warga mengolah sampah menjadi produk bernilai jual. Hal yang dilakukan Heni sangatlah mulia karena disamping bernilai jual tinggi masyarakat Indonesia juga dilatih untuk dapat mengasah kreatifitasnya masing-masing. Selain itu adanya pengelolaan bank sampah dapat membangunkan rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan mereka karena ika tercipta lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah yang berserakan kita akan merasakan manfaat yang begitu nyata dari sebuah tumpukan yang tidak bernilai menadi sebuah kenyaman yang tidak ternilai harganya. Adanya gerakan in berarti adanya kecerdasan dalam mengasah kreatifitas warga dengan bank sampah ini warga dapat mengasah kreatifitas yang selama ini mungkin belum tersalurkan disini mereka dapat menyalurkan bakat yang mereka inginkan, selain itu mengurangi resiko bencana alam yang menimpa negeri ini seperti banjir yang rutin menguyur kota Jakarta setiap musim penghujan dengan membuat sampah menjadi barang yang dapat dipakai lagi berarti kita telah menyelamatkan kesehatan kita,lingkungan kita bahkan menyelamatkan generasi kita karena jika dibiarkan hal ini terus terjadi para calon penerus bangsa tidak akan melihat negeri ini seindah dulu namun melihat negeri ini dengan tumpukan sampah yang tertimbun di setiap sisi. Harusnya program bank sampah ini dilakukan di semua kota-kota di Indonesia karena potensi penumpukan sampah terbanyak adalah di kota atau dilakukan di pedesaan untuk memakmurkan tingkat ekonomi masyarakat pedesaan dan mengurang jumlah pengangguran yang makin hari makin merajelela.

Kaitan Kreatifitas dengan bank sampah :
Menurut teori Rogers dalam basuki, 2010 kreatifitas adalah :
Muncul suatu produk baru yang tumbuh dari keunikan individu, dan dari pengalaman yang menekankan pada produk baru, interaksi individu dengan lingkungannya atau kebudayaan. Dengan adanya bank sampah menandakan bahwa setiap manusia itu unik. Banyaknya bencana alam seperti banir menimbulkan suatu pengalaman untuk menciptakan hal-hal yang baru yang menggunakan objek di lingkungannya seperti membuat bank sampah.

Menurut teori Alvian dalam basuki, 2010 kreatifitas adalah :
Suatu proses upaya manusia atau bangsa untuk membangun dirinya dalam berbagai aspek kehidupannya dengan tujuan menikmati kualitas kehidupan yang semakin baik. Dengan adanya bank sampah kita berarti membangun bangsa kita yaitu bangsa Indonesia dalam keterpurukan ekonomi untuk menikmati kualitas kehidupan yang lebih baik khususnya dalam bidang ekonomi.


0 komentar:

Posting Komentar

 

Hasna putri anggraini Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos