Nama Anggota :
- Anisa Alyela 19513947
- Dima Septiana Putri 12513466
- Hasna Putri anggraini 13513977
- Nadya Laksmitha D.W 16513296
- Silvi Rahmadianti 18513486
PENDAHULUAN
Perilaku individu dipengaruhi interaksi antara
individu dengan lingkungannya. Individu membawa tatanan dalam organisasi berupa
kemampuan, kepercayaan pribadi, pengharapan, kebutuhan, dan pengalaman masa
lainnya.
Lingkungan merupakan bagian terpenting dan
mendasar dari kehidupan manusia. Dari lingkungan inilah sifat dan perilaku
manusia terbentuk dengan sendirinya. Lingkungan yang baik akan membentuk
pribadi yang baik, sementara lingkungan yang buruk akan membentuk sifat dan
perilaku yang buruk pula.
Jadi perubahan perilaku itu terjadi karena di
pengaruhi oleh faktor lingkungan sekitar, misal :
Ada seseorang yang
tersesat di hutan, maka ia akan merubah perilakunya demi bertahan hidup.
DEFINISI PENGARUH PERILAKU MENURUT BEBERAPA TOKOH
- Menurut Bandura dalam buku Komunikasi Untuk Kesehatan dan Perubahan perilaku (Graeff Judith 1996), mengatakan bahwa lingkungan merupakan tempat seseorang membentuk dan mempengaruhi perilakunya. Menurutnya dalam teori pembelajaran sosial, Iingkungan memang membentuk perilaku, namun perilaku juga membentuk lingkungan. Ia menyebutkan konsep ini sebagai determinisme resiprokal. Dimana terjadi hubungan interaksi antara lingkungan, perilaku dan proses psikologi seseorang.
- Menurut Wiryanto, Pengaruh perilaku merupakan formal maupun informal di dalam masyarakat, mempunyai ciri lebih kosmopolitan, inovatif, kompeten, dan aksesibel dibanding pihak yang dipengaruhi
- Robert Dahl , pengaruh perilaku adalah ketika A mempunyai pengaruh atas B sejauh ia dapat menyebabkan B untuk berbuat sesuatu yang sebenarnya tidak akan B lakukan.
KUNCI-KUNCI PERUBAHAN PERILAKU
Perubahan
perilaku adalah penerapan yang terencana dan sistematis dari prinsip belajar
yang telah ditetapkan untuk mengubah perilaku mal adaptif (Fisher &
Gochros, 1975)
Karakteristik
perubahan perilaku :
- Fokus kepada perilaku (prosedur perubahan perilaku dirancang untuk merubah perilaku bukan merubah karakter atau sifat seseorang). Perilaku yang dirubah disebut target perilaku meliputi perilaku yang berlebihan atau perilaku yang tidak/kurang dimiliki oleh orang
- Prosedurnya didasarkan kepada prinsip-prinsip behavioral. Perubahan perilaku adalah penerapan prinsip-prinsip dasar yang awalnya berasal dari penelitian eksperimental dengan binatang dilaboratorium (Skiner, 1938).
- Penekanannya kepada peristiwa-peristiwa didalam lingkungan. Perubahan perilaku meliputi asesmen dan perubahan peristiwa-peristiwa lingkungan yang mempunyai hubungan fungsional dengan perilaku
- Treatment dilakukan oleh orang didalam kehidupan sehari-hari (Kazdin, 1994). Perubahan perilaku akan lebih efektif apabila dikembangkan oleh orang-orang yang berada dilingkungan individu yang perilakunya menjadi target perubahan seperti guru, orangtua atau orang lain yang dilatih tentang perubahan perilaku
- Pengukuran perubahan perilaku. Melakukan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi dilakukan untuk melihat perubahan perilaku. Asesmen terus dilakukan setelah intervensi untuk melihat apakah perubahan perilaku yang sudah terjadi dapat terjaga.
- Mengabaikan peristiwa-peristiwa masa lalu sebagai penyebab perilaku. Penekanan perubahan perilaku kepada peristiwa-peristiwa lingkungan saat ini yang menjadi penyebab perilaku sebagai dasar pemilihan intervensi perubahan perilaku yang tepat.
- Menolak hipotetis yang mendasari penyebab perilaku. Skiner (1974) menjelaskan bahwa dugaan terhadap penyebab yang mendasari perilaku tidak pernah dapat diukur atau dimanipulasi untuk menunjukkan hubungan fungsional perilaku.
MODEL MEMPENGARUHI ORANG LAIN dan PERANNYA DALAM PSIKOLOGI MANAJEMEN
Cara
mempengaruhi orang lain dengan dasar Pendekatan komunikasi persuasi dikemukakan
oleh Aristotle yang menyatakan terdapat 3 pendekatan dasar dalam komunikasi
yang mampu mempengaruhi orang lain, yaitu;
1. Logical
argument (logos), yaitu penyampaian ajakan menggunakan argumentasi data-data
yang ditemukan. Hal ini telah disinggung dalam komponen data.
2. Psychological/
emotional argument (pathos), yaitu penyampaian ajakan menggunakan efek emosi
positif maupun negatif. Misalnya, iklan yang menyenangkan, lucu dan membuat
kita berempati termasuk menggunakan pendekatan psychological argument dengan
efek emosi yang positif. Sedangkan iklan yang menjemukan, memuakkan bahkan
membuat kita marah termasuk pendekatan psychological argument dengan efek emosi
negatif.
3. Argument
based on credibility (ethos), yaitu ajakan atau arahan yang dituruti oleh
komunikate/ audience karena komunikator mempunyai kredibilitas sebagai pakar
dalam bidangnya. Contoh, kita menuruti nasehat medis dari dokter, kita mematuhi
ajakan dari seorang pemuka agama, kita menelan mentah-mentah begitu saja kuliah
dari dosen. Hal ini semata-mata karena kita mempercayai kepakaran seseorang
dalam bidangnya.
Menurut
Burgon & Huffner (2002), terdapat beberapa pendekatan yang dapat dilakukan
agar komunikasi persuasi menjadi lebih efektif. Maksudnya lebih efektif yaitu
agar lebih berkesan dalam mempengaruhi orang lain. Beberapa pendekatan itu
antaranya;
1. Pendekatan
berdasarkan bukti, yaitu mengungkapkan data atau fakta yang terjadi sebaga
bukti argumentatif agar berkesan lebih kuat terhadap ajakan.
2. Pendekatan
berdasarkan ketakutan, yaitu menggunakan fenomena yang menakutkan bagi audience
atau komunikate dengan tujuan mengajak mereka menuruti pesan yang diberikan
komunikator. Misalnya, bila terjadi kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah maka
pemerintah dengan pendekatan ketakutan dapat mempersuasi masyarakat untuk
mencegah DBD.
3. Pendekatan
berdasarkan humor, yaitu menggunakan humor atau fantasi yang bersifat lucu
dengan tujuan memudahkan masyarakat mengingat pesan karena mempunyai efek emosi
yang positif. Contoh, iklan-iklan yang menggunakan bintang comedian atau
menggunakan humor yang melekat di hati masyarakat.
4. Pendekatan
berdasarkan diksi, yaitu menggunakan pilihan kata yang mudah diingat
(memorable) oleh audience/komunikate dengan tujuan membuat efek emosi positif
atau negative. Misalnya, iklan rokok dengan dikasi “nggak ada loe nggak rame”
WEWENANG dan PERAN WEWENANG dalam MANAJEMEN
Wewenang
merupakan kekuasaan yang memiliki keabsahan(legitimate power)
Peran
wewenang dalam manajemen :
- Wewenang lini (Linie authority) yaitu wewenang yang mengalir secara vertikal. Pelimpahan wewenang dari atas ke bawah dan pengawasan langsung oleh pemimpin kepada staf yang menerimanya.
- Wewenang staf (Staf authority) yaitu wewenang yang mengalir ke samping yaitu wewenang yang diberikan kepada staf khusus untuk membantu melancarkan tugas staf yang diberikan wewenang lini. Wewenang staf diberikan karena ada spesialisasi adanya tugastugas menegerial yang terkait dengan fungsi staf seperti pengawasan, pelayanan kepada staff dan penasihat.
Apa yang harus kita lakukan agar kita tidak di pengaruhi oleh perilaku negatif ?
DAFTAR PUSTAKA :
Graeff,Judith:
Komunikasi untuk kesehatan dan perubahan perilaku/Judith A. Graeff, John P.
Elder, Elizabeth Mills Booth; Penerjemah, Mubasyir Hasanbasri; Editor, Ova
Emilia
Yogyakarta : Gadjah Mada University, 1996.
Yogyakarta : Gadjah Mada University, 1996.
Wiryanto, Pengantar
Ilmu Komunikasi, Jakarta: Gramedia Wiasarana Indonesia, 2005
Fischer
J. and Gochros H. (1975) Planned Behavior Change: Behavior Modification in
Social Work. Free Press, New York.












0 komentar:
Posting Komentar