Selasa, 10 November 2015

Review dan Analisis Film tentang Leadership

Diposting oleh Hasna putri anggraini di 03.37
Kelompok         :  Mawar
Nama Anggota : 

  • Anisa Alyela                       19513947 
  • Dima Septiana Putri            12513466 
  • Hasna Putri anggraini          13513977 
  • Nadya Laksmitha D.W        16513296 
  • Silvi Rahmadianti                18513486  
Kelas:   3PA02





Sinopsis Film Captain Phillips



pembajakan Kapal Cargo Maersk Alabama di tahun 2009 di perairan Samudera Hindia yang di Nahkodai oleh Kapten Richard Phillips, yang disutradarai oleh Paul Greengrass dan diperankan oleh aktor Tom Hanks sebagai [Richard Phillips].

Pada tanggal 28 Maret 2009 Captain Phillips mendapat tugas belayar dari pelabuhan Salalah Oman menuju Mombasa Kenyadengan melewati perairan Somalia yang dikenal dengan kandang bajak laut, untuk mengantisipasi pembajakan Captain Phillips menyiapkan segala pengaman pada kapal, di waktu yang sama para pembajak melakukan aktifitas rutinnya diperairan somalia  dengan cara memonitor dan mendengar percakapan melalui radio kapal yang berlayar untuk dijadikan target pembajakan yang diketuai oleh Abduwali Muse [Barkhad Abdi].

Memasuki perairan teluk aden Captain Phillips mendapat perintah untuk melakukan simulasi penyelamatan, simulasi tersebut dilakukan secara diam-diam untuk kesiagaan awak kapal dalam bentuk apapun, sesuai perintah Captain Phillips awak kapal menyiapkan segala persiapan termasuk pompa semprot air dengan tekanan tinggi yang dilengkapi disetiap sisi kapal untuk mencegah perahu mendekati kapal Maersk Alabama yang berbendera Amerika tersebut dengan 20 awak kapal.

Namun pada waktu yang sama Captain Phillips melihat pada radar layar monitor kapal di buntuti oleh dua buah perahu kecil dari arah belakang kapal, secara cepat memanggil Shane [Michael Chernus] sebagai wakilnya dalam pelayaran tersebut, Captain Phillips memerintahkan krunya dalam bentuk siaga yang membuat krunya kebingunan dari perintah sebelumnya hanya melakukan latihan. Untuk mencari tahu tujuan perahu kecil tersebut kapal diarahkan 5 derajat belok kekiri, melihat gelagat perahu yang terus mengikuti kapal Captain Phillips memrintahkan semua krunya untuk siap di pos masing-masing dalam mencegah pembajakan.


Kedua Perahu kecil tersebut semakin mendekati kapal walaupun kecepatan kapal 125 knot namun tidak membuat kedua perahu menyerah, sebelumnya Captain Phillips melapor kepangkalan terhadap pengejaran kedua perahu yang dianggap nelayan oleh pangkalan, dengan ide yang unik Captain Phillips berpura-pura menghubungi Kapal Perang koalisi 237 yang didengar oleh 8 pembajak melalui radio mereka miliki.

Kebohongan yang diciptakan Captain Phillips membuat satu perahu dengan 4 orang pembajak menyerah, hanya satu perahu sebanyak 4 pembajak yang terus mengikuti kapal melawan ombak yang diciptakan lewat baling-baling kapal yang dinahkodai Captain Phillips.

Suasana tegang yang di alami Captain Phillips tidak membuat pembajak menyerah menghadapi besi besar yang berlayar diatas air yang mereka kejar dengan mesin tempel. Muse sebagai ketua dalam pembajakan tersebut tidak mudah menyerah dalam mencari uang yang sudah didepan mata dengan ratusan Container yang dilayari oleh Maersk Alabama tersebut, berhasilkah Muse atau Captain Phillips dalam perairan Somalia tersebut? Saksikan saja kisah Captain Phillips dalam menahkodai Maersk Alabama 2013.

Review Film Captain Phillips 



Dari film ini kita bisa belajar tentang pentingnya sebuah Trust. Ada momen dimana para kru dalam kondisi down, Kapten Philips meyakinkan para kru bahwa mereka akan baik baik saja selama mengikuti arahannya. Philips juga mempercayakan ruang mesin kepada para kru nya agar sebisa mungkin tidak jatuh ke kekuasaan perompak. Ketika pemimpin dan anak buah sudah memiliki rasa saling percaya satu sama lain maka masalah seberat apapun bisa teratasi, hal ini dibuktikan dengan tidak jatuhnya ruang mesin ke tangan perompak. Sementara di pihak lain, para perompak tidak memiliki Trust satu sama lain, mereka saling curiga dan menganggap teman mereka sendiri sebagai musuh.
Di bagian akhir film Philips mengajarkan kita akan sebuah pengorbanan dan pengharapan. Ia rela menjadi sandera asalkan para krunya selamat. Namun dalam keadaan serba sulit menjadi tawanan perompak dan terombang ambing dalam sekoci sempit, ia tetap berharap bisa pulang dengan selamat, berkumpul kembali dengan keluarganya. Philips menunjukkan dirinya adalah seorang pahlawan yang jujur, penuh ​​keberanian yang terjebak di sebuah kondisi dimana keputusasaan bukanlah sebuah pilihan.Pemimpin yang baik memang harus rela berkorban bagi yang dipimpinnya, ia juga tak boleh putus asa dalam setiap keadaan sulit. Apalah artinya manusia tanpa harapan.
Analisis film Captain Phillips  menurut teori leadership.


  • Teori X & Y dari Douglas McGregor
Dalam teori X dan Y ini mengungkapkan bagaimana perilaku bawahan dalam be
kerja serta bagaimana gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh atasan dalam situasi lingkungan kerja yang berbeda baik lingkungan kerja tersebut  bersifat postitif atau negatif , termasuk bagaimana komunikasi antarpribadi (atasan dan bawahan) tersebut dikembangkan dalam lingkungan kerjanya. 

Analisis Film :
Kapten Phillips sebagai seorang pemimpin dapat memimpin kelompoknya dengan bijaksana, sesuai dengan adegan film, ketika pembajak datang untuk menguasai kapal, kapten Phillips menyuruh bawahannya untuk bersembunyi di ruang mesin, dan menunggu kode dari sang kapten hingga situasi aman. Bawahannya pun mengikuti arahan sang kapten dengan bersembunyi di ruang mesin. 
  • Teori Sistem 4 dari Sistem Likert
Dalam teori system 4 dari sistem likert mengungkapkan bahwa pemimpin selalu meminta saran atau nasihat dari bawahannya, pemimpin tipe ini tidak membatasi komunikasi antar bawahan dan atasannya, pemimpin tidak memiliki batasan pada bawahannya dalam membuat suatu keputusan. 

Analisis Film :
Saat datang para pembajak, bawahan memberikan saran kepada kapten Phillips untuk menyalakan selang air agar para pembajak susah untuk menaiki kapal, kapten pun mengikuti saran bawahannya tersebut.
  • Theory Of Leadership Pattern Choice (Tannenbaum dan Schmidt)
Kepemimpinan yang diidentifikasi oleh Tannenbaum dan Schmidt seorang bawahan memiliki wewenang yang sama dengan atasannya, bawahan dapat mengutarakan isi pikirannya secara bebas terhadap atasannya, bawahan juga dapat membuat keputusan atas suatu permasalahan. Jadi, bawahan memiliki hak untuk mengutarakan isi pikirannya, dan bawahan tidak sungkan-sungkan untuk mengutarakannya, karena atasannya tidak membatasinya. 

Analisis Film :
Saat kapten Phillips membawa pembajak menuju ruang mesin, bawahannya telah menyiapkan strategi untuk mengelabui para pembajak. Mereka pergi ke dapur dan mengambil air mineral serta makanan yang di letakkan di depan pintu. Ketika kapten tiba di dapur minuman dan makanan telah tersedia sehingga para pembajak tidak merasa curiga dengan strategi mereka. Saat para pembajak  tiba di ruang mesin, salah satu anggota dari pembajak tersebut terluka kakinya akibat pecahan beling yang di taruh oleh bawahannya. Hal tersebut dilakukan untuk mengelabui pembajak.
  • Modern Choice Approach to Participation (Vroom & Yetton)
keputusan dilakukan berdasarkan macam sebab. Salah satunya berdasarkan situasi saat itu dan bedasarkan cara pemimpin memutuskan masalah.

Analisis Film :
Saat  bawahan menyandera pimpinan Somalia (pembajak) ,  kapten Phillips memerintahkan bawahannya untuk melepaskan pemimpin pembajak tersebut. Kapten membuat keputusan tersebut agar masalahnya dapat terselesaikan. Akhirnya bawahan pun melepaskan pimpinan pembajak tersebut dan para pembajak untuk meninggalkan kapal dengan menggunakan sebuah skoci atas perintah kapten.
  • Contingency Theory of Leadership dari Fiedler
Menurut teori contingency theory of leadership dari fiedler kepemimpinan akan berhasil jika kelompok dapat bekerja dengan baik, kelompok dapat bekerja dengan baik jika kelompok tersebut di pimpin oleh seorang pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan yang baik dan pemimpin dapat  dipercaya dan disukai oleh bawahan, dan  bawahan tersebut mengikuti petunjuk pemimpin serta mereka dapat menyelesaikan tugas-tugas yang telah diberikan berarti gaya kepemimpinan tersebut berjalan dengan baik. 

Analisis Film :
Saat Kapten Phillips berdiri di pinggir skoci dia memberi kode kepada kru kapal militer bahwa ia duduk di bangku nomor 15, akhirnya kru kapal militer tersebut menyusun strategi untuk melumpuhkan musuh sehingga dapat menyelamatkan kapten Phillips.

  • Konsep Path Goal Theory of Leadership
Konsep path goal theory of  leadership adalah bagaimana cara pimpinan ikut mengamati atau berpartisipasi dalam mengamati sikap bawahan seperti kepuasan kerja pada karyawan, penerimaan karyawan kepada atasannya dan agar hubungan antara bawahan dan atasannya dapat berlangsung dengan baik.

Analisis Film :
Kapten Phillips menasihati bawahannya untuk segera melakukan latihan keamanan, agar tidak ada pembajak yang masuk dan bawahannya mengikuti nasihat kapten Phillips.


Trailler Captain Phillips 


0 komentar:

Posting Komentar

 

Hasna putri anggraini Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos