Pengertian Client Centered Therapy
Carl Rogers
Menurut Carl
Ransom Rogers yang dikutip oleh Gerald Corey menyebutkan bahwa: terapi client
centered merupakan teknik konseling
dimana yang paling berperan adalah klien sendiri, klien dibiarkan untuk menemukan solusi mereka
sendiri terhadap masalah yang tengah mereka hadapi. Hal ini memberikan
pengertian bahwa klien dipandang sebagai partner dan konselor hanya sebagai
pendorong dan pencipta situasi yang memungkinkan klien untuk bisa berkembang
sendiri.
Asal Mula Client
Centered Therapy
Client Centered
Therapy dikembangkan oleh Carl Rogers pada tahun 1940 dan 1950-an. Ini adalah
pendekatan non directive untuk terapi, “directive”. Disini berarti setiap
perilau terapis yang dengan sengaja mengarahkan klien dengan berbagai cara.
Dengan cara mengajukan pertanyaan, menawarkan pertolongan, dan membuat
interpretasi dan diagnosis.
Terapi
Menurut Boy dan
Pine (1981) jika dilihat dari apa yang dilakukan konselor dapat di buat dua
tahap.
Tahap pertama,
tahap membangun hubungan terapeutik, menciptakan kondisi fasilitatif dan
hubungan yang subtantif seperti empati, kejujuran, ketulusan, penghargaan dan
positif jtanpa syarat.
Tahap Kedua,
tahap kelanjutan yang disesuaikan dengan efektifitas hubungan disesuaikan dengan
kebutuhan klien.
Sedangkan jika
dilihat dari segi pengalaman klien dalam proses hubungan konseling dapat di
jabarkan bahwa proses konseling dapat di bagi menjadi empat tahap, yaitu:
1. Klien datang
ke konselor dalam kondisi tidak kongruensi, mengalami kecemasan, atau kondisi
penyesuaian diri tidak baik.
2. Saat klien
menjumpai konselor dengan penuh harapan dapat memperoleh bantuan, jawaban atas
permasalahan yang hsedang dialami, dan menemukan jalan atas kesulitan-
kesulitannya.
3. Pada awal konseling
klien menunjukkan perilaku, sikap, dan perasaannya yang kaku. Dia menyatakan
permasalahan yang dialami kepada konselor secara permukaan dan belum menyatakan
pribadi yang dalam.
4. Klien mulai
menghilangkan sikap dan perilaku yang kaku, membuka diri terhadap
pengalamannya, dan belajar untuk bersikap lebih matang dan lebih
teraktualisasi, dengan jalan menghilangkaln pengalaman yang dialaminya.
Teknik
Secara garis
besar teknik terapi Client- Centered yakni:
a) Konselor
menciptakan suasana komunikasi antar pribadi yang merealisasikan segala kondisi.
b) Konselor
menjadi seorang pendengar yang sabar dan peka, yang menyakinkan konseli dia
diterima dan dipahami.
c) Konselor
memungkinkan konseli untuk mengungkapkan seluruh perasaannya secara jujur, lebih memahami diri
sendiri dan mengembangkan suatu tujuan
perubahan dalam diri sendiri dan perilakunya.
Daftar Pustaka :
C, Gerald.
(2009).Teori dan Praktek Konseling dan
Psikoterapi. Bandung : Refika Aditama.
F, Muhammad.
(2014).Teknik Terapi yang Simpel dan
Efektif untuk mengubah perilaku buruk. Bandung : Spasi Media.
Prayitno. & A,Erman.
(2004). Dasar- Dasar Bimbingan Dan
Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.
Pihasniwati.
(2008). Psikologi Konseling. Yogyakarta : Teras.











0 komentar:
Posting Komentar