Selasa, 22 Maret 2016

Client Centered Therapy

Diposting oleh Hasna putri anggraini di 07.49
Pengertian Client Centered Therapy

Carl  Rogers

Menurut Carl Ransom Rogers yang dikutip oleh Gerald Corey menyebutkan bahwa: terapi client centered merupakan  teknik konseling dimana yang paling berperan adalah klien sendiri, klien  dibiarkan untuk menemukan solusi mereka sendiri terhadap masalah yang tengah mereka hadapi. Hal ini memberikan pengertian bahwa klien dipandang sebagai partner dan konselor hanya sebagai pendorong dan pencipta situasi yang memungkinkan klien untuk bisa berkembang sendiri.

Asal Mula Client Centered Therapy

Client Centered Therapy dikembangkan oleh Carl Rogers pada tahun 1940 dan 1950-an. Ini adalah pendekatan non directive untuk terapi, “directive”. Disini berarti setiap perilau terapis yang dengan sengaja mengarahkan klien dengan berbagai cara. Dengan cara mengajukan pertanyaan, menawarkan pertolongan, dan membuat interpretasi dan diagnosis.

Terapi


Menurut Boy dan Pine (1981) jika dilihat dari apa yang dilakukan konselor dapat di buat dua tahap.
Tahap pertama, tahap membangun hubungan terapeutik, menciptakan kondisi fasilitatif dan hubungan yang subtantif seperti empati, kejujuran, ketulusan, penghargaan dan positif jtanpa syarat.
Tahap Kedua, tahap kelanjutan yang disesuaikan dengan efektifitas hubungan disesuaikan dengan kebutuhan klien. 
Sedangkan jika dilihat dari segi pengalaman klien dalam proses hubungan konseling dapat di jabarkan bahwa proses konseling dapat di bagi menjadi empat tahap, yaitu:
1. Klien datang ke konselor dalam kondisi tidak kongruensi, mengalami kecemasan, atau kondisi penyesuaian diri tidak baik.
2. Saat klien menjumpai konselor dengan penuh harapan dapat memperoleh bantuan, jawaban atas permasalahan yang hsedang dialami, dan menemukan jalan atas kesulitan- kesulitannya.
3. Pada awal konseling klien menunjukkan perilaku, sikap, dan perasaannya yang kaku. Dia menyatakan permasalahan yang dialami kepada konselor secara permukaan dan belum menyatakan pribadi yang dalam.
4. Klien mulai menghilangkan sikap dan perilaku yang kaku, membuka diri terhadap pengalamannya, dan belajar untuk bersikap lebih matang dan lebih teraktualisasi, dengan jalan menghilangkaln pengalaman yang dialaminya.

Teknik


Secara garis besar teknik terapi Client- Centered yakni:
a) Konselor menciptakan suasana komunikasi antar pribadi yang  merealisasikan segala kondisi.
b) Konselor menjadi seorang pendengar yang sabar dan peka, yang menyakinkan konseli dia diterima dan dipahami.
c) Konselor memungkinkan konseli untuk mengungkapkan seluruh  perasaannya secara jujur, lebih memahami diri sendiri dan  mengembangkan suatu tujuan perubahan dalam diri sendiri dan  perilakunya.

Daftar Pustaka :
C, Gerald. (2009).Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung : Refika Aditama.
F, Muhammad. (2014).Teknik Terapi yang Simpel dan Efektif untuk mengubah perilaku buruk. Bandung : Spasi Media.
Prayitno. & A,Erman. (2004). Dasar- Dasar Bimbingan Dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.

Pihasniwati. (2008). Psikologi Konseling.  Yogyakarta : Teras.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Hasna putri anggraini Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos