Pengertian Terapi
Holistik
Terapi pengobatan yang
dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan keluhan fisik dan non
fisiknya.
Terapi Holistik
Agar terapi
berjalan baik, pasien ada baiknya membawa rekam jejak dari dokter. Dengan
begitu, terapis dapat mengetahui jenis terapi yang dibutuhkan pasien. Bila
tidak ada, jangan khawatir. Ada banyak klinik terapi holistik yang menawarkan
laboratorium untuk memeriksa darah. Jika penyakit ketahuan,
Terapi awal akan
diarahkan pada kondisi jiwa dan psikologis pasien lebih dulu. Jika pasien siap,
terapi berlanjut pada tahap selanjutnya, yakni akupunktur, akupresure, dan
biasanya disertai dengan pengobatan herbal.
Ada banyak
penyakit yang bisa diobati lewat terapi ini. Mulai dari asam urat, hipertensi,
diabetes, ginjal, paru-paru, hingga jantung. Potensi penyembuhan akupunktur
mencapai 60%.
Selain itu,
pasien wajib menjalankan pola makan yang seimbang serta menjalani pantangan
makanan sesuai penyakitnya. Biasanya pasien yang datang karena memiliki
penyakit berkepanjangan.
Adapun Terapi
pernafasan akupresur merupakan seni harmonisasi tubuh, jiwa, dan pikiran yang
menggunakan sentuhan tangan ringan. Sentuhan tangan ringan akan bekerja
layaknya jarum-jarum dalam terapi akupuntur.
Terapis akan
menghilangkan penyakit fisik, mental dan emosional yang disebabkan sikap hati.
Ada lima sikap hati yang menyebabkan penyakit, yakni rasa kuatir, takut, marah,
sedih, dan kepura-puraan.
Adapun terapi
dengan sentuhan lembut untuk mengharmoniskan sistem fisiologis tubuh, seperti
otak, saraf tulang belakang, dsb. Dengan terapi ini, saraf pusat dapat
berfungsi kembali menyelaraskan fungsi organ tubuh.
Teknik Psikologi Holistik
Psikologi
Holistik mencakup berbagai teknik dan prosedur yang mendekati kondisi. Hal ini
diyakini bahwa penerapan perspektif holistik akan lebih efisien dan menyebabkan
bentuk pengobatan yang lebih baik dari pada cara Psikologi yang dipraktekkan
saat ini. Pendekatan holistik punya keyakinan bahwa kesejahteraan
seseorang bergantung bukan hanya pada apa yang terjadi pada fisik tubuh saja.
Lebih daripada itu, kondisi psikologis, emosional, sosial dan bahkan spiritual
dan keadaan alam masing-masing negara berpengaruh kuat terhadap kesehatan
seseorang. Faktor-faktor tersebutlah yang kemudian dikelola dan digali
sedemikian rupa, sehingga pemeriksaan terhadap seseorang bisa dikatan,
dilakukan sepenuhnya.
Daftar Pustaka :
http://pemurniandiri.blogspot.co.id/p/penyembuhan-holistik.html









1 komentar:
makasih kak infonya bermanfaat :)
Posting Komentar